KRISIS LITERASI ALKITAB PADA GENERASI Z: STUDI NETNOGRAFI KONTEN TIKTOK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
Keywords:
biblical literacy, Christian religious education, Generation Z, netnography, TikTok, Generasi Z, literasi AlkitabAbstract
Abstract : The rapid development of social media, particularly TikTok, has significantly transformed the learning patterns and religious understanding of Generation Z, including within Christian Religious Education. This phenomenon has contributed to a decline in biblical literacy, characterized by partial, superficial, and decontextualized understanding. This study aims to analyze the construction of faith understanding and the level of biblical literacy among Generation Z through TikTok content from a Christian education perspective. This research employs a qualitative method with a netnographic approach by observing, categorizing, and analyzing relevant video content and user interactions. The findings reveal that social media algorithms promote short and popular content, shaping fragmented interpretations of biblical teachings. Furthermore, the authority of interpretation has shifted from formal religious institutions to digital content creators who may lack sufficient theological grounding. These conditions imply the urgency of transforming Christian Religious Education strategies to become more adaptive, contextual, and digitally literate. This study concludes that an integrative pedagogical approach combining biblical values with digital media is essential to enhance the depth of faith understanding among Generation Z.
Abstrak : Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah pola belajar dan pembentukan pemahaman keagamaan generasi Z, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Kristen. Fenomena ini memunculkan kecenderungan menurunnya literasi Alkitab yang ditandai dengan pemahaman yang parsial, dangkal, dan tidak kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pemahaman iman dan tingkat literasi Alkitab generasi Z melalui konten TikTok dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan netnografi, dengan mengamati, mengkategorikan, dan menganalisis konten video serta interaksi pengguna yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial mendorong konsumsi konten yang bersifat singkat dan populer, sehingga memengaruhi cara generasi Z memahami ajaran Alkitab secara fragmentaris. Selain itu, ditemukan bahwa otoritas penafsiran bergeser dari lembaga formal ke kreator konten digital yang tidak selalu memiliki dasar teologis yang memadai. Kondisi ini berimplikasi pada perlunya transformasi strategi Pendidikan Agama Kristen yang adaptif, kontekstual, dan berbasis literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pedagogis yang integratif antara nilai Alkitab dan media digital menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pemahaman iman gen- Z.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sulistiono, Jenet Selfiani Sakey

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





