IDENTITAS DIRI DAN PERGAULAN SEHAT BERDASARKAN IMAN KRISTEN
Keywords:
self-identity, healthy relationships, Christian adolescents, faith education, community service, identitas diri, pergaulan sehat, remaja Kristen, pendidikan iman, pengabdian kepada masyarakatAbstract
Abstract : The rapid advancement of digital technology and the widespread use of social media have significantly influenced the process of adolescent identity formation. Amid the fast flow of information and the dominance of popular culture, many adolescents experience confusion in understanding their self-identity, life values, and boundaries in social relationships. This condition is reflected in unhealthy peer interactions, weak self-control, and an increased risk of deviant behavior. Therefore, contextual and faith-based educational interventions are needed to strengthen personal identity while guiding adolescents toward healthy social relationships. This Community Service Program (PKM) aims to help adolescents understand their identity from a Christian faith perspective and internalize principles of healthy relationships grounded in biblical values. The program employed a descriptive qualitative approach to explore the theological meaning of self-identity and social relationships within a Christian framework. The materials were delivered interactively through seminars, contextual case studies, Bible study sessions, and faith reflection activities. The results indicate qualitative changes in participants’ understanding. They demonstrated greater awareness of their worth as individuals loved by God, an improved ability to reflect on relational boundaries, and a stronger commitment to being selective in peer associations and digital media use. Discussion and faith reflection proved effective in integrating spiritual values with daily social experiences. The program recommends ongoing character formation through collaboration among church, family, and school.
Abstrak : Perkembangan teknologi digital dan masifnya penggunaan media sosial telah memengaruhi proses pembentukan identitas remaja. Di tengah arus informasi yang cepat dan dominasi budaya populer, banyak remaja mengalami kebingungan dalam memahami jati diri, nilai hidup, dan batasan relasi sosial. Dampaknya terlihat dalam pola pergaulan yang kurang sehat, lemahnya kontrol diri, dan meningkatnya risiko perilaku menyimpang. Kondisi ini menuntut intervensi edukatif yang kontekstual dan berbasis iman untuk memperkuat identitas diri sekaligus membimbing remaja membangun relasi yang sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan membantu remaja memahami identitas diri berdasarkan iman Kristen dan menginternalisasi prinsip pergaulan sehat sesuai nilai Alkitab. Program dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali makna teologis identitas diri dan relasi sosial dalam perspektif Kristen. Materi disampaikan secara interaktif melalui penyuluhan, studi kasus kontekstual, pendalaman Alkitab, dan refleksi iman. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan pemahaman secara kualitatif. Peserta semakin menyadari nilai diri sebagai pribadi yang dikasihi Allah, mampu merefleksikan batasan relasi sosial, dan berkomitmen lebih selektif dalam pergaulan serta penggunaan media digital. Diskusi dan refleksi iman terbukti efektif mengintegrasikan nilai spiritual dengan pengalaman sosial sehari-hari. Program ini merekomendasikan pembinaan berkelanjutan melalui kolaborasi gereja, keluarga, dan sekolah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sanjay Mendra Jubil Kampus Nadeak, Jeffry Leonard P Tobing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




